02
Jan

Cara Menyusun Rangkaian Skin Care untuk Pemula

Dulu, waktu belum pernah mencoba produk skin care apa pun selain face wash (itu pun nebeng pakai punya kakak laki-laki), saya nggak tahu harus mulai dari mana. Memilih skin care untuk pemula alias diri sendiri yang ada malah bingung. Mana produk yang memang penting, dan mana produk yang nggak penting-penting amat tidak bisa saya bedakan sama sekali. Tapi itu duluuuu. Sekarang saya mau berbagi cara dan poin-poin pentingnya untuk Anda yang mau menyusun rangkaian skin care sendiri. Semoga membantu ya. Keep scrolling to find out more!  

skin care untuk pemula

1. Mengetahui Jenis Kulit

Sama seperti membeli baju, kita harus tahu dong apa yang dimau; baju santai untuk liburan, baju yang lebih formal untuk ke kantor, atau pilih busana yang lebih dressy untuk party? Nah, begitu juga dengan skin care. Ketahui dulu jenis kulit Anda, apakah kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif? Yang punya kulit kering, mungkin saja ingin mengatasi rasa kering dengan menambah hidrasi pada kulit, dan menghilangkan flaky skin agar permukaan kulit lebih halus. Yang punya kulit berminyak atau kombinasi, mungkin saja concernutamanya adalah ukuran pori-pori yang besarnya kadang bikin malu (curcol dikit boleh ya) dan rentan berjerawat.

Kalau sudah tahu jenis kulit Anda, pilih produk skin care yang dikhususkan untuk itu. Misalnya ada teman yang punya kulit kering dan cocok banget dengan pelembap A. Kalau Anda punya kulit berminyak, ya jangan sampai tergoda untuk beli pelembap A juga. Hasil akhirnya pasti beda. Ayo fokus dengan pilihan masing-masing.

2. Mulai Dari 4 Produk Skin Care Dasar

Cleanser, toner, pelembap, tabir surya. Itu 4 produk skin care dasar yang bisa mulai Anda cari terlebih dulu. Keempatnya punya peranan penting untuk kesehatan kulit. Kulit yang bersih diketahui jadi modal utama untuk mendapat kulit sehat. Toner pun menarik karena beragam jenis dan fungsinya. Ada toner yang digunakan untuk memastikan tidak ada makeup atau kotoran yang tersisa pada kulit setelah ritual membersihkan muka. Ada toner yang fungsi utamanya mengembalikan pH kulit agar kembali seimbang, dan ada juga toner yang sifatnya hydrating untuk memberi kelembapan ekstra. Nggak usah bingung ya. Kalau ditarik benang merahnya, fungsi umum toner adalah mempersiapkan kulit untuk produk skin care yang akan dipakai berikutnya. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan kulit, atau kalau Anda ingin langsung mempraktikkan double toning, ya sah-sah saja 😉

toner

Pelembap juga jadi produk skin care yang tidak boleh absen dari rutinitas sehari-hari. Apapun jenis kulit Anda, penting untuk pakai pelembap tiap pagi dan malam. Kulit yang lembap, pasti lebih sehat, dan jauh dari tanda-tanda penuaan (psst, yang suka pakai makeup, hasilnya lebih bagus kalau diaplikasikan di kulit yang lembap lho). Dan produk skin care dasar terakhir adalah tabir surya. Risiko kulit terpapar sinar matahari bagi kita yang tinggal di bumi dengan lapisan ozon yang semakin tipis rasanya sudah wajib ditangkal dengan menggunakan tabir surya. Pilih produk yang punya SPF dan PA supaya bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

3. Menerapkan Double Cleansing Di Malam Hari

Anda yang sehari-hari menggunakan makeup, atau cukup aktif pindah dari satu lokasi ke lokasi lain, atau cukup sering menghabiskan waktu di luar ruangan, ada baiknya menerapkan double cleansing dalam rutinitas skin care Anda di malam hari. Konsep double cleansing adalah mengangkat makeup, kotoran, minyak berlebih, dan sisa produk skin care yang sebelumnya dipakai di pagi hari dengan cleanser pertama, lalu menggunakan cleanser kedua untuk membersihkan kulit wajah.

Cleanser pertama, yang terbukti bisa bekerja dengan baik untuk melakukan tugasnya adalah cleanser dengan tekstur minyak, balm, atau krim. Cleanser pertama ini umumnya digunakan pada kulit yang kering dan belum dibasahi. Usapkan dengan gerakan memutar seperti memijat kulit dengan perlahan, sampai makeup dan kotoran larut, lalu bilas sampai bersih. Setelahnya, baru gunakan cleanser kedua yang sifatnya lebih lebih lembut, punya kadar pH yang rendah (5 – 6) untuk membersihkan kulit. Bisa cari informasinya di internet, atau mengukurnya sendiri dengan pH strips. Agak repot, tapi memang terkadang butuh effort ekstra supaya punya kulit sehat 🙂

Oh ya, penting untuk diingat nih: Kalau setelah membersihkan wajah kulit justru terasa kesat, kering, dan seperti tertarik, itu tanda Anda perlu ganti cleanser.

SUMBER

Leave a Reply