15
Jan

Masih Bayi, Kok, Sudah Jerawatan. Apa Penyebabnya?

Jerawat adalah salah satu masalah kulit langganan anak remaja yang sedang puber. Orang dewasa pun kadang masih memilikinya sesekali. Eits… tapi tunggu dulu, ternyata jerawat juga bisa dialami bayi, loh. Apa penyebab jerawat pada bayi?

Kenapa bayi bisa jerawatan?

Jerawat bisa muncul di bagian manapun dari wajah bayi, tapi biasanya muncul pada pipi, hidung, dan dahi. Ini mungkin mirip dengan jerawat yang muncul pada remaja. Ditandai dengan bintik kecil kemerahan atau putih pada wajah bayi. Tapi, tidak semua bintik kecil pada wajah bayi itu jerawat.

Bintik putih kecil yang muncul saat bayi lahir dan hilang setelah beberapa minggu disebut dengan milia. Dan, milia ini tidak berhubungan dengan jerawat. Selain itu, ada lagi kondisi lain yang disebut eksim. Di mana, kulit mengalami iritasi, terlihat seperti ruam dan bersisik, serta bisa muncul di bagian tubuh bayi manapun (tidak terbatas pada wajah).

Jerawat pada bayi biasanya muncul beberapa minggu, pada dua sampai empat minggu, setelah bayi lahir. Atau, juga bisa muncul sampai tiga bulan pertama setelah bayi lahir dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan (biasanya tiga sampai empat bulan). Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat hanya muncul sementara.

Apa penyebab jerawat pada bayi?

Belum diketahui dengan jelas apa yang menyebabkan jerawat pada bayi. Dilansir dari Baby Center, para ahli menduga bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya pada akhir kehamilan dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat pada bayi.

Dalam beberapa kasus, produk perawatan kulit bayi, terutama yang berminyak, bisa saja menghalangi pori-pori di wajah bayi sehingga menyebabkan timbulnya jerawat. Selain itu, minum obat-obatan tertentu saat menyusui atau jika bayi minum obat tertentu, juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat pada bayi.

Bagaimana mengatasi jerawat pada bayi?

Umumnya, jerawat mungkin tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi. Namun, jika bayi sedang kepanasan, kulitnya teriritasi dengan air liur atau cairan gumoh, atau jika kain kasar atau yang dicuci dengan detergen kuat mengenai kulitnya, mungkin bayi akan merasa sedikit terganggu. Oleh karena itu, beberapa hal mungkin harus Anda lakukan dan hindari untuk mengatasi jerawat pada bayi:

  • Cuci wajah bayi dengan sabun bayi ringan dan air sekali sehari. Lalu, keringkan wajah bayi dengan handuk lembut, cukup dengan menepuk wajah bayi secara perlahan.
  • Jangan menggosok wajah bayi dengan handuk, ini hanya akan mengiritasi kulit wajah bayi.
  • Jangan mengoleskan lotion berminyak pada kulit wajah bayi. Ini bisa menghalangi pori-pori kulit wajah bayi, sehingga membuat jerawat bertambah parah.
  • Jangan menggunakan obat jerawat tanpa resep dokter untuk mengobati jerawat pada bayi.

Jika Anda merasa jerawat bayi tak kunjung hilang (lebih dari 4-6 bulan) atau jerawat makin bertambah parah, sebaiknya periksakan bayi ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat topikal ringan untuk mengobati jerawat bayi Anda. Jerawat bayi yang terus-menerus muncul dan tak kunjung hilang bisa menjadi tanda bahwa anak Anda akan bermasalah dengan jerawat pada masa remajanya.

SUMBER

Leave a Reply